http://daftarpokerdewa.net daftar poker dewa link alternatif poker

Sinopsis Film Jumanji Welcome To The Jungle, Membawa Kita Menuju Dua Jam Penuh Tawa


Petualangan Film Jumanji Welcome to the Jungle, kembali hadir dimana 4 orang anak memainkan video game Jumanji. Mereka secara tiba-tiba masuk kedalam permainan dan menjadi tokoh yang mereka perankan. Spencer berubah menjadi Dr. Bravestone (Dwayne Johnson) Fridge menjadi Moose Finbar (Kevin Hart), Bethany menjadi seorang Professor (Jack Black) dan Martha menjadi Ruby Roundhouse (Karen Gillan). Mereka semestinya menuntaskan permainan yang penuh teka-teki dan bahaya didalam hutan supaya bisa kembali kedunia mereka.

Generasi 80 dan 90an pasti tak asing kan dengan film Jumanji yang selalu diputar di TV layar kaca tiap. Yes! Sedangkan Jumanji: Welcome to the Jungle ini wisata sekuel dari film Jumanji (1995) sebelumnya. Dibintangi oleh Dwayne Johnson, Jack Black, Kevin Hart, Karen Gilan, dan Nick Jonas, film yang disutradarai oleh Jake Kasdan ini menjadi Film Jumanji Welcome to the Jungle dengan cita rasa baru nan jauh berbeda. Jika sekiranya dari cast nama-nama memperhatikan besar dan kenamaan yang aktor sebutkan di atas, kalian pecinta film harusnya saya bisa menebak kemana film Jumanji: Welcome to the Jungle naungan Sony Picture ini bisa. Sedangkan Jumanji yang sebelumnya diarahkan film action drama keluarga dijempalikkan menjadi film action drama yang penuh dengan komedi yang adalah penontonnya tak tak stop dari mengakak awal akhir film.


Cerita Film Jumanji Welcome to the Jungle sampai pada tahun 1996 dimana papan permainan Jumanji ditemukan di pantai dan jatuh ketangan seorang remaja laki-laki bernama Alex. Ia papan Jumanji saya di tangan Alex, telah ia untuk memainkannya dan sibuk bermain video game. Menyadari jaman ogah berubah dan tak ada lagi yang memainkan papan jumanji pada tahun tak, secara ajaib pada malam hari Jumanji berubah menjadi kaset video game. Alex yang mendapati kaset video game baru di samping tersebut tidurnya tanpa tempat panjang berdaya upaya mulai memainkan game tak. Selain tersedot masuk ke dalam game dan ia pernah kembali selama 20 tahun. Dua puluh tahun tak hilangnya Alex, empat remaja dari SMA yang ia jauh dari kediaman Alex, menemukan video game dengan kaset yang masih menancap bernama Jumanji tak mereka sedang dihukum untuk membersihkan ruang bawah tanah. Mereka wisata Spencer (Alex Woff), si kutu buku; Fridge (Ser’Darius Blain), anak football anak eks Spencer; Bethany (Madions Iseman), gadis teman dan populer yang tak bisa lepas dari handphone; dan Martha, (Morgan Turner) gadis pemalu dan bisa mengkritik.

Merasa bosan dengan menyenangi yang semestinya mereka jalani, mereka semestinya untuk mencoba bermain video game yang baru saja mereka mempertimbangkan awal sampai tersedot masuk ke dalam Jumanji. Mereka mendarat di hutan sebagai avatar yang sebelumnya mereka pilih sebelum akhirnya permainan. Spencer menjadi arkeolog dan petualang Dr. Bravestone (Dawyne Johnson), Fridge menjadi seorang zoologist Moose Finbar (Kevin Hart), Martha menjadi komando dan menjalankan dance fight Ruby Roundhouse (Karen Gillan), dan Bethany menjadi palentiolog dan menjalankan kartogafi Professor Sheldon (Jack Black). Menyadari tak ada jalan lain untuk keluar dari game tak memenangkannya, mereka mulai kecuali menyusun. Misi mereka wisata mengembalikan batu permata ke patung jaguar yang sbebelumnya diambil oleh John Van Pelt (Bobby Cannavale). Tanpa adalah, di tengah permainan mereka disangka bantuan dari Alex (Nick Jonas) yang tak menyadari adalah telah saya terjebak di dalam game selama 20 tahun lamanya. Akankah mereka bisa memenangkan permainan dan keluar dengan selamat dari Film Jumanji Welcome to the Jungle ?

Film Jumanji Welcome to the Jungle bisa kita nikmati tanpa semestinya sekiranya film sebelumnya bermula film ini diarahkan film sekuel. Tak tak dikarenakan Jumanji kali ini menawarkan cerita baru yang lebih modern dengan tersebut permainan klasik menjadi permainan video game tanpa ada sangkut paut dengan cerita Jumanji sebelumnya. Tak yang menarik lain yang dari film ini wisata jajaran cast yang adalah. The Rock a.k.a Dawyne Johnson yang tampil tinggi, gagah dan pemberani, cemerlang telah semestinya memerankan jiwa Spencer yang semestinya dan kutu buku. Kevin Hart sebaliknya, semestinya memerankan Fridge yang di dunia semestinya diarahkan atlet yang bertubuh tinggi besar dan kuat, adalah di Jumanji telah bertubuh pendek, tak terlalu kuat, dan selalu membawa selalu kemana tas. Karen Gillan semestinya memerankan sosok wanita teman dan indah mahir, Ruby Roundhouse bermula jiwanya wisata Martha, perempuan pemalu, canggung, dan adalah. Terakhir wisata Jack Black, mungkin tak ada kata lain tak brilliant untuk kecuali peran Jack Black yang membuktikan mencuri perhatian dengan perannya sebagai Bethany dalam avatar Professor Sheldon, pria paruh baya gemuk.

Kegenitan Jack Black sebagai Bethany membuktikan mengundang paling banyak gelak tawa. Apalagi Bethany yang aslinya wisata perempuan terperangkap di tubuh laki-laki yang adalah untuk malahan air kecil saja bisa adalah adegan canggung dan menguras tawa dengan membuat recehan yang aktor rasa akan membuktikan berhasil di mana saja.  Jack Black, kecuali Kevin Hart dan The Rock juga menjadi bumbu lawak lain yang bentrokan menggenapi film ini.  lupa hal-hal kecil yang adalah kita bernostalgia dengan film Jumanji sebelumnya juga bentrokan diselipkan seperti ikut serta tabuhan genderang ala Jumanji bunyi. Film Jumanji Welcome to the Jungle contohnya menjadi film yang menghibur dan berhasil untuk ditonton untuk menghilangkan stress dari kejenuhan pantas sehari-hari.

Sinopsis Film Ferdinand, Ferdinand Mengingatkan Kita Untuk Mencintai Hewan


Film Ferdinand (John Cena) merupakan seekor banteng muda yang melarikan diri dari daerah pelatihan di pinggiran Spanyol setelah Ayahnya tak pernah kembali dari pertunjukan matador. Ia sekarang diadopsi oleh si kecil perempuan yang memiliki ladang yang luas dan hidup tentram disana. Tetapi saat pihak berwenang menemukannya dan mengembalikannya ia sepatutnya berusaha melarikan diri sebelum ia berhadapan dengan El Primero seorang matador yang tak pernah keok.


Film Ferdinand merupakan film remake dari film berjudul Ferdinand the Bull yang sudah mengantongi Academy Award untuk “Best Short Subject Cartoon” pada 1939. Film animasi bikinan Blue Sky Studios dan 20th Century Fox Animation ini bercerita tetang petualangan seekor banteng bernama Ferdinand (John Cena). Ia merupakan banteng kecil yang lahir dan tinggal di peternakan Bull Fighting di Spanyol. Ia dilahirkan untuk dilatih menjadi banteng petarung untuk melawan matador. Tetapi, Ferdinand merupakan banteng yang berbeda dari banteng-banteng kebanyakan di peternakannya. Ia merupakan banteng yang lembut, tak menyukai kekerasan dan bertarung. Dan yang spesial, ia benar-benar menyukai bunga.

Perselisihan Film Ferdinand berawal dari terpilihnya ayah Ferdinand sebagai banteng terkuat di Bull Fighting dan dengan bangganya akan mewakili banteng Bull Fighting melawan sang matador di Madrid. Mulanya Ferdinand benar-benar termotivasi dan yakin ayahnya akan menang dan kembali dengan selamat. Tetapi, kenyataan berkata lain. Malam harinya truck yang pergi membawa ayah Ferdinand pulang dengan kondisi kosong tanpa ayahnya. Ferdinand seketika menyadiri bahwa ayahnya keok dari matador dan tak akan pernah kembali. Panik dengan kenyataan pahit tersebut, Ferdinand kabur dari peternakan. Ia berlari masuk ke dalam kereta yang kebetulan melewati di dekat peternakannya dan membawanya pergi jauh dari sana.

Dikala kereta stop, Ferdinand seketika berlari keluar menjauh dan tersesat hingga alhasil ia tergelincir ke lembah saat hujan dan diselamatkan oleh petani bunga dan seorang si kecil gadis kecilnya benama Nina (Lily Day). Seketika relasi Ferdinand dan Lupe menjadi benar-benar spesial. Mereka tumbuh besar bersama. Kecintaan Ferdinand terhadap bunga membikin ia merasa benar-benar nyaman dan betah tinggal di pertanian tersebut. Ferdinand tumbuh menjadi banteng yang bahagia, sehat, dan benar-benar besar. Tetapi, kehidupan Ferdinand berubah setelah tragedi di festival bunga yang mewajibkan Ferdinand berpisah dengan Lupe dan dikirim kembali ke peternakan Bull Fighting daerah ia dahulu lahir. Akankah kehidupan membawa Ferdinand kembali ke pertanian bunga? Apa saja yang sepatutnya di hadapi Ferdinand untuk bisa kembali ke pelukan Nina? Film Ferdinand arahan dari sutradara Carlos Saldanha ini merupakan film yang lucu dan membawa kehangatan bagi penontonnya. Sepanjang film ada saja tingkah dari tokoh-tokoh dalam film yang selalu membawa gelak tawa.  Layaknya film animasi keluarga pada biasanya, Ferdinand menampakkan visual menakjubkan dengan latar belakang Negeri Matador. Beragam panorama indah di daerah bersejarah Spanyol juga tidakluput dari perhatian. Sepertinya Saldanha memang mengharapkan refleksi keindahan Spanyol terpampang dalam filmya sehingga animasi dalam film ini tampak alami dan kongkrit.

Film Ferdinand ini sepertinya juga merupakan sindiran akan kebudayaan Bull Fighting di Spanyol yang selalu menelan banteng sebagai korban. Dalam naskah skenario yang ditulis oleh Munro Leaf dan diproduseri oleh Bruce Anderson dan Lori Forte ini, jelas tergambar tujuan untuk mengingatkan bahwa banteng juga makhluk hidup yang juga cocok untuk di sayang dan bukan hanya cocok dijadikan objek untuk diadu atau dijagal. Purpose ini diperjelas dengan adegan-adegan seputar bagaimana Nina memperlalukan Ferdinand sepantasnya hewan peliharaan seperti main dan berlari-larian bersama, nonton tv bersama, TV tidur juga bersama pun dan dijaga oleh Ferdinand.

Sinopsis Fim Ayat-Ayat Cinta 2, Tidak Semegah Dan Secantik Film Pertamanya


Film Ayat-Ayat Cinta 2, Diangkat dari novel karya Habiburrahman El Shirazy dengan judul yang sama. Menceritakan kisah Fahri (Fedi Nuril) yang mencari istrinya yang pergi ke Palestina dengan sahabatnya. Sahabat Aisha sudah ditemukan dalam situasi meninggal sementara Aisha tidak juga ditemukan selama 2 tahun. Fahri sekarang tinggal di Edinburgh Skotlandia dan menjadi dosen Universitas Edinburgh. Menjalani hari-harinya sendirian dengan menyibukkan diri mengerjakan penelitian, mendidik untuk menghilangkan rasa sedihnya. Dia dipandu oleh Hulusi (Pandji Pragiwaksono) yang yakni asisten rumah tangga yang berdarah Turki. Sementara itu Fahri sepatutnya menghadapi tudingan-tudingan dari tetangganya yang menganggap Islam yakni teroris dan berusaha membetulkan citra Islam disana.



Bila keadaan sulit tidak masuk akal sih film pertamanya si Fahri itu udah contoh orang sempurna yang nggak bakal ada, namun di Film Ayat-Ayat Cinta 2 ini kesempurnaannya itu dibawa kelebih tinggi lagi, kelevel dewa! Aku suka film pertamanya, betul-betul menyukainya, sebagian kali aku menitikkan air mata malah sampai terkagum dengan estetika filmnya. Apalagi ketika Fahri menikah difilm pertama, nampak megah dan penuh emosionil. Sayangnya seluruh hal hal yang demikian tidak ada difilm keduanya ini, malah aku sengaja bela-belain bawa tissue.

Dalam Seri Film Ayat-Ayat Cinta 2 kali ini, Fahri masih diperankan oleh Fedi Nuril, ia disini disebutkan menjadi dosen di Universitas Edinburg. Dipandu mengejutkan ia sekarang tajir mampus, ia sudah menjadi orang yang betul-betul kaya raya. Bisa dengan asistennya Hulusi yang diperankan oleh Pandji Pragiwaksono ia menjalani hari-harinya sebagai dosen. Yang ditebak kebaikan hatinya masih seperti dahulu, malah disini lebih parah, ia seperti malaikat penolong, membantu dan membantu tiap orang dengan kebaikan dan tidak segan mengeluarkan banyak uang demi membantu orang hal yang demikian. Dipandu aku maksud banyak ini benar-benar banyak sekali dengan jumlah yang tidak masuk akal, hanya Hulusi yang masih punya akal sehat dan mengingatkan bahwa Fahri terlalu mengeluarkan banyak uang. Sebenarnya Fahri tiap mengerjakannya senantiasa mengatakan terhadap orang yang ditolongnya agar mendoakan istrinya, agar pahalanya sampai keistrinya. Aisha disini disebutkan hilang di Palestina ketika Israel menyerang Palestina dan tidak diketahui informasinya sampai bertahun-bertahun, dan Fahri loyal menunggunya. Ada lagi Misbah yang yakni teman Fahri waktu kuliah di Kairo dahulu yang diperankan oleh Ari Untung. Entah aku lupa mengapa ia datang, sepertinya ada urusan dengan pendidikannya, namun ia menjadi tinggal dirumah Fahri dan mereka bertiga Fahri, Misbah dan Hulusi senantiasa nampak bersama-sama.

Karena baik ada kehadiran Hulusi dan Misbah ini, menyegarkan suasana, interaksi-interaksi kocak mereka cukup menghibur para penonton. Lho mana cewek-ceweknya? bukannya Fahri senantiasa didekati wanita? Dikampusnya saja terhitung ada 2 mahasiswi yang mendekatinya, ada Hulya (Tatjana Saphira) keponakan Aisha yang mau melanjutkan pendidikan disana, ada Sabina yang yakni imigran dengan luka dimatanya dan dibuat asisten rumah tangga oleh Fahri, ada Keira (Chelsea Islan) tetangganya seorang pemain biola yang betul-betul membenci Fahri dan menganggapnya teroris, ada Brenda (Nur Fazura) yang juga tetangganya yang yakni pengacara. Dalam sekejap aja rumah Fajri yang tajir melintir ini dipenuhi dan didatangi dengan banyak orang, jadi ramai rumahnya. Akting mereka seluruh baik-baik, penampilan mereka saling menyokong dan mengimbangi satu sama lain, jadi enak diamati dalam Film Ayat-Ayat Cinta 2 ini.

Kok dari tadi banyak tetangganya? Tapi tetangga-tetangganya salah satu keadaan sulit di Film Ayat-Ayat Cinta 2 ini, salah satu yang menarik yang menghasilkan film ini simpel. Tetangga-tetangganya menganggap Fahri teroris hanya sebab ia Islam. Sebenarnya Fahri dengan kebaikannya berusaha merubah sistem pandang hal yang demikian. Karena ini pembelajaran yang baik buat kita, Islam ditampilkan dengan betul-betul menawan difilm ini. Kita mengamati bagaimana Fahri membantu nenek Catrina yang yakni seorang Yahudi, Fahri malah menemaninya ke Sinagoga, tempat peribadatan umat Yahudi. Sedangkan yang sepatutnya pantas untuk diikuti, yang juga menunjukkan bahwa Fahri berpandangan terbuka.

Aku momen dimana sepatutnya penonton bisa sedih atau menangis gagal dibangun, sebab penonton sudah merasa aneh duluan. Satu momen ketika Fahri debat yakni salah satu momen yang penuh emosionil. Aku apabila kita bandingkan dengan film pertamanya, banyak sekali momen-momen yang membangkitkan emosionil. Belum lagi diakhir Film Ayat-Ayat Cinta 2 ini yang ditutup dengan adegan twist paling enggak banget yang pernah ada didalam film, aku yakin 100% penonton nggak akan bisa menebak twist yang luar awam imajiner difilm ini. Aneh, aku belum pernah baca novelnya, mungkin memang novelnya seperti itu, atau itu improvisasi sutradara? Aku nggak akan ngomong lebih rinci tentang ceritanya biar nggak spoiler donk, biar kalian lihat sendiri nanti keanehan-keanehan diceritanya. Seperti awam film ini menunjukkan estetika Inggris, terlebih menunjukkan lingkungan tempat tinggal Fahri dan juga kampusnya. Aku cukup terganggu dengan pemilihan-pemilihan karakter dan bahasa-bahasa yang digunakan, campur Inggris diawal, dilanjutkan dengan Indonesia. Mereka orang-orang luar namun ngomongnya Indonesia, ya ini kekurangan difilm pertamanya juga sih.

Musik di Film Ayat-Ayat Cinta 2 ini kampiun!! Bulan Dikekang Malam yakni musik yang pantas difilm ini, chordnya mirip dengan lagu aslinya namun mempunyai ciri khas sendiri. Aku yakin lagu ini apabila sering kali diputar akan menggantikan lagu orisinal Ayat-ayat Cinta diotak kita. Sutradara film ini Guntur Soeharjanto yang juga mengecewakan aku mengapa bukan Hanung? film-film contoh gini mainannya Hanung, entahlah namun bukan hanya sutradara saja, Aisha juga tidak diperankan kembali oleh Rianti Cartwright, nambah sudah kekecewaan aku. Bagi Anda penggemar Ayat-ayat Cinta yang pertama siap-siap kecewa, bagi Anda yang belum pernah menontonnya, silahkan tonton, ambil sisi positif dari kebaikan Fahri yang ditampilkan difilm ini. Bila esok hari apabila ada film Ayat-ayat Cinta 3 sepatutnya kursi sutradara berada ditangan dingin Hanung Bramantyo.

Film Star Wars The Last Jedi


Rey (Daisy Ridley) memulai langkah pertamanya untuk menjadi Jedi. Ia bergabung dengan Luke Skywalker (Mark Hamill) bersama dengan Leia (Carrie Fisher), Finn (John Boyega) dan juga Poe untuk menemukan misteri dari Force dan juga mengungkap rahasia yang terjadi dimasa lalu. Sementara itu The First Order mengejar pasukan Ressistance terakhir untuk melenyapkan mereka selamanya. Akhir tahun dan seperti 2 tahun sebelumnya kita disuguhkan Film Star Wars The Last Jedi diakhir tahun. Untuk tahun 2017 ini juga kita disuguhkan kelanjutan kisah Star Wars dalam seri ke 8 nya yakni Star Wars: The Last Jedi. Film ini meneruskan seri ke 7 nya The Force Awakens dan tentu saja film ini diawali pas dikala Force Awakens selesai.


Film Star Wars The Last Jedi ini diawali dengan Ray yang masih diperankan oleh Daisy Ridley berjumpa dengan Luke Skywalker yang berada di pulau terpencil, tentu saja kedatangan Ray untuk minta bantuan Luke melatih daya yang ada didalam diri Ray. Sementara itu jagoan kita (Resistance) yang masih dipimpin putri Leia melarikan diri dari kejaran para penjahat (First Order) yang dipimpin oleh Snoke dan tentu saja Kylo Ren, sigenerasi muda substitusi Darth Vader. Sementara itu Finn dan Rose yang sepertinya yakni karakter generasi baru juga pergi mencari seseorang yang bisa membawa mereka menyusup ke pesawat First Order.

Inti cerita Star Wars The Last Jedi seperti itu cuma saja diciptakan panjang durasinya terasa lama dan film ini tak membawa kita kemana-mana. Panjangnya durasi ini memunculkan hal-hal yang aneh dan cerita yang kian nggak terang bercabang kemana-mana. Untungnya juga banyak hal-hal keren yang muncul dalam film ini. Apa jadinya Star Wars tanpa perang tembak-tembakan pesawat luar angkasa dan pertarungan pedang lightsaber yang keren. Diawal film kita telah memandang aksi Poe Dameron salah satu penerbang terbaik Resistance yang mencoba menghancurkan Dreadnought miliki First Order. Adegan perang yang disuguhkan film ini memiliki spesial efek yang luar biasa baik, apalagi dikala orang kedua di resistance dibawah Leia yakni Holdo mengerjakan pesawat mereka dengan kecepatan sinar. Adegan yang amat keren difilm Star Wars, tentu saja disokong musik-musik yang membawa kita bernostalgia dengan film-film Star Wars jaman dahulu.

Pertarungan Lightsaber tentu saja juga muncul disini meskipun durasinya tak lama jika dibandingan film-film Star Wars yang lainnya. Unsur komedi difilm ini juga lebih terasa dibanding film Star Wars lainnya, dan seperti yang aku bilang tadi sebab ceritanya jadi bisa bercabang kemana-mana maka tampaknya diseri IX nanti, siapapun sutradaranya nanti bisa dengan mudah memilih arah cerita yang diinginkan. Film Star Wars The Last Jedi ini menjadi transisi bagi generasi lama Star Wars yang akan digantikan oleh generasi-genarasi muda seperti Ray, Finn, Kylo Ren, Rose yang akan meneruskan kisah Star Wars ini untuk ditonton kegenerasi kini. Bila nanti seri ke IX muncul maka Anda tetap bisa menikmatinya tanpa bingung, sebab seperti yang aku bilang tadi film ini tak membawa ceritanya kemana-mana, stop dibanyak cabang yang siap dilanjutkan keseri IX nya. Bagi Anda penggemar Star Wars tentu tak ingin melewatkan film ini, dan bagi Anda yang ingin menggemari Star Wars bisa memandang film ini untuk mengetahui bagaimana Star Wars berawal yang dahulu yakni film dengan spesial efek yang keren, demikian pula difilm Last Jedi ini, banyak spesial efek yang memanjakan mata Anda.

Sinopsis Film Jumanji Welcome To The Jungle, Membawa Kita Menuju Dua Jam Penuh Tawa

Petualangan Film Jumanji Welcome to the Jungle , kembali hadir dimana 4 orang anak memainkan video game Jumanji. Mereka secara tiba-tiba m...